Archive for 1

PEMBERITAHUAN

BLOG INI SAYA PINDAH KE http://dwiki-ph.co.cc
OKEY…….

Leave a comment »

13 Murid SMPN 1 Kota Pasuruan Tertipu Rekruitmen Model

Sebanyak 13 murid Sekolahku, SMPN 1 Kota Pasuruan, Jawa Timur, menjadi korban penipuan dengan modus rekrutmen dijadikan foto model untuk perayaan hari kartini di Surabaya. Namun, para korban baru tersadar dirinya menjadi korban penipuan setelah diploroti HP serta dompetnya, dan ditelantarkan di toko busana Delta di Jln. Nusantara Kota Pasuruan, Kamis malam.
AKP ARIA WIBAWA Kasatreskrim Polresta Pasuruan, mengungkapkan pada Jumat pagi, para korban diketahui anggota polisi yang sedang patroli, karena ribut-ribut di toko busana Delta di Jln. Nusantara yang akan tutup. Setelah dimintai keterangan di Mapolsekta Pasuruan, terungkap bahwa sebanyak 13 siswa SMPN 1 Kota Pasuruan tersebut, menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh seseorang yang belum diketahui secara jelas identitasnya. Para korban dan guru sekolah, Jumat siang, rencananya akan diperiksa untuk dimintai keterangan, agar penipu yang berkedok sebagai pemandu bakat dapat dilacak identitasnya.
Diperoleh keterangan dari para korban, penipuan bisa terjadi diawali dengan kedatangan seorang laki-laki dengan gaya kewanitaan (bencong) ke SMPN 1 Kota Pasuruan, Kamis, sekitar pukul 09.00 pagi (Jam Pelajaran ke-4). Saya sendiri juga tahu saat laki-laki itu memilih tiga siswa (Agus, Kharis, dan Rendra) dan dua siswi (Ami dan Irma) saat pelajaran fisika.Seorang yang berpostur tubuh krempeng itu, datang ke sekolah dengan menemui guru terlebih dulu. Ia mengaku dari sebuah lembaga yang bergerak dibidang entertainment di Surabaya itu, menyampaikan keinginannya untuk mencari siswa berbakat untuk dijadikan model.
Saat itu pula tamu mistreius itu langsung memasuki kelas-kelas sekolah dan menunjuk langsung siswa-siswa yang dipilihnya. Kepada 13 siswa yang tepilih, sebanyak 10 siswi dan lima siswa langsung diminta untuk datang kembali ke sekolah sekitar pukul 16.00 WIB untuk diberi pengarahan, cara para model-model berjalan di pentas.
Setelah diberi “pengarahan” di sekolah, para siswa kemudian sekitar pukul 19.00 WIB diajak untuk memilih busana ke toko busana Delta di Jln. Nusantara, Kota Pasuruan untuk memilih busana yang cocok untuk para siswa-siswi tersebut. Sebelum masuk toko, para siswa juga disarankan untuk memilih busana yang harganya tidak melebihi di atas Rp100 ribu. Agar bisa leluasa, para siswa juga disarankan agar menyerahkan sepatu, HP, serta dompet ke dalam sebuah tas seorang ketua regu.
Saat ketua regu itu sedang mencoba busana yang dipilihnya di tempat salin, tas tersebut dititipkan kepada salah seorang kakak perempuan temannya. Setelah ketua regu itu selesai mencoba busana yang dipilihnya, dan ia berganti pakaiannya sendiri lagi, ia bertemu dengan seorang pemandu itu, pemandu itu ingin melihat ketua regu itu memakai pakaian yang dipilihnya. Dan si ketua regu segera berganti pakaian di kamar ganti, tetapi pemandu itu meminta tas ketua regu supaya dititipkan ke seorang pemandu itu, setelah ketua regu keluar dari kamar ganti, ia tidak melihat seorang pemandu itu.

Ia bersama teman-temannya mencari seorang pemandu itu, tetapi tidak ketemu hingga toko busana Delta akan ditutup sekitar pukul 21.00 WIB. Lalu ketua regu itu ditemui oleh seorang kasir.Katanya si pemandu itu akan membayar di kasir, tetapi alat pembayaran debit disana rusak, jadi si pemandu itu meminta izin sebentar untuk mencairkan uang yang untuk membayar beberapa busana tadi. Tetapi sampai toko busana Delta itu tutup pemandu itu belum juga muncul. Para siswa-siswi baru tersadar dirinya tertipu setelah pemandu bakat yang mengantarnya ke toko diketahui sudah tidak ada di tempat, hingga toko busana Delta akan ditutup sekitar pukul 21.00 WIB.
Belum diketahui secara pasti berapa kerugian atas penipuan tersebut, sebab selain HP, di dalam dompet siswa juga terdapat surat-surat penting seperti STNK sepeda motor. AKP ARIA WIBAWA Kasatreskrim Polresta Pasuaruan, mengatakan, penipuan dengan modus rekrutmen foto model ini merupakan bentuk penipuan model baru, sekaligus sebagai pelajaran baru bagi siswa dan guru, agar lebih waspada terhadap orang yang tidak jelas identitasnya.

Comments (2) »

Design a site like this with WordPress.com
Get started